PRINSIP-PRINSIP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PRINSIP-PRINSIP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Dalan sajian materi ini, kita akan memperdalam pengetahuan terhadap prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat. Menurut Najiati dkk, ada empat prinsip yang sering digunakan untuk suksesnya program pemberdayaan, yaitu prinsip kesetaraan, partisipasi, keswadayaan atau kemandirian, dan berkelanjutan. Meskipun konsep ini lebih didekatkan dalam bidang pertanian, namun konsep Najiati dkk, ini merupakan salah satu contoh menguraikan tentang pemberdayaan di bidang pertanian. Hal tersebut termasuk konsep pemberdayaan masyarakat. Berikut uraian prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat dimaksud, yaitu :

1. Prinsip Kesetaraan Pada dasarnya prinsip ini lebih mengutamakan tentang apa yang seharusnya dipegang dalam proses pemberdayaan masyarakat.
 Prinsip kesetaraan atau kesejajaran merupakan prinsip yang mendudukkan masyarakat atau memposisikan seseorang diantara kelompok masyarakat dengan lembaga yang melakukan program-program pemberdayaan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan.

 Dinamika yang dibangun adalah hubungan kesetaraan dengan mengembangkan mekanisme berbagai pengetahuan, pengalaman, serta keahlian satu sama lain.

 Masing-masing saling mengakui kelebihan dan kekurangan, sehingga terjadi proses saling belajar.

2. Partisipasi Program pemberdayaan yang dapat menstimulasi kemandirian masyarakat adalah program yang sifatnya partisipatif, direncanakan, dilaksanakan, diawasi, dan dievaluasi oleh masyarakat. Namun, untuk sampai pada tingkat tersebut perlu waktu dan proses pendampingan yang melibatkan pendamping yang berkomitmen tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat.


 3. Keswadayaan atau kemandirian Prinsip keswadayaan adalah menghargai dan mengedepankan kemampuan masyarakat daripada bantuan pihak lain. Konsep ini tidak memandang orang miskin sebagai objek yang tidak berkemampuan (the have not), melainkan sebagai subjek yang memiliki kemampuan sedikit (the have little).

 Mereka memiliki kemampuan untuk menabung, pengetahuan yang mendalam tentang kendala-kendala usahanya, mengetahui kondisi lingkungannya, memiliki tenaga kerja dan kemauan, serta memiliki norma-norma bermasyarakat yang sudah lama dipatuhi. Semua itu harus digali dan dijadikan modal dasar bagi proses pemberdayaan. Bantuan dari orang lain yang bersifat materiil harus dipandang sebagai penunjang, sehingga pemberian bantuan tidak justru melemahkan tingkat keswadayaannya.

4. Berkelanjutan Program pemberdayaan perlu dirancang untuk berkelanjutan, sekalipun pada awalnya peran pendamping lebih dominan dibanding masyarakat sendiri. Tapi secara perlahan dan pasti, peran pendamping akan makin berkurang, bahkan akhirnya dihapus, karena masyarakat sudah mampu mengelola kegiatannya sendiri.
BeeHapphy

Komentar